Kenapa Ini Penting Sekarang?
Di tengah ledakan konten berbasis kecerdasan buatan (AI-generated content), platform sosial media semakin bereaksi terhadap permintaan pengguna untuk pengalaman yang lebih personal dan relevan. TikTok — salah satu aplikasi sharing video paling dominan di dunia — baru saja memperkenalkan fitur yang memungkinkan pengguna memilih seberapa banyak konten AI yang ingin mereka lihat di “For You Feed” mereka. TechCrunch+1
Fitur ini menjadi jawaban terhadap kritik dan kekhawatiran bahwa konten buatan AI mulai mendominasi pengalaman menonton, bahkan ketika banyak pengguna tetap menginginkan konten yang lebih natural, original, dan manusiawi.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu fitur baru TikTok ini, bagaimana cara kerjanya, mengapa ini penting untuk ekosistem konten digital, serta dampaknya terhadap kreator dan brand di platform ini.
Apa Itu Konten AI dan Kenapa Jadi Tren?
Sebelum kita membahas fitur baru TikTok, penting memahami dulu apa yang dimaksud dengan konten AI. Konten AI biasanya adalah video, visual, atau teks yang dibuat menggunakan teknologi generatif seperti model AI, termasuk deepfakes, konten visual hasil prompt, atau narasi suara sintetis.
Seiring berkembangnya platform seperti Meta Vibes, OpenAI Sora, dan alat AI lainnya, jumlah konten AI di semua platform sosial meningkat drastis. Realistisnya, banyak video yang tampak asli sebenarnya seluruhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan — sebuah tren yang telah mendapatkan perhatian luas dari komunitas digital global. thisweekinai.news
Fitur Baru TikTok: Pilih Seberapa Banyak Konten AI yang Kamu Mau
Pada tanggal 18 November 2025, TikTok mengumumkan fitur baru yang disebut “AI-Generated Content Control” yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan jumlah konten yang dibuat oleh AI yang keluar di feed mereka. TechCrunch
Cara Kerja Fitur Ini
📍 Fitur ini bisa diakses melalui:
Settings > Content Preferences > Manage Topics.
Di dalamnya, pengguna akan menemukan kontrol slider yang bisa digeser untuk menampilkan:
✅ Lebih banyak konten AI
➡️ Normal / default
❌ Lebih sedikit konten AI
Namun, TikTok menegaskan bahwa ini bukan opsi untuk menghapus total konten AI dari feed — hanya untuk mengurangi atau menambah intensitas tampilnya konten AI berdasarkan preferensi pengguna. MacRumors
Label & Watermarking: Bukan Sekadar Kontrol
Selain slider kontrol tadi, TikTok juga sedang menguji sistem “invisible watermarking” — watermark tersembunyi yang hanya bisa dibaca oleh sistem TikTok untuk menandai konten yang dibuat dengan alat AI, termasuk video yang dibuat dengan TikTok AI Editor Pro atau menggunakan Content Credentials C2PA. Yahoo Tech
🔎 Kenapa ini penting?
Walaupun TikTok sebelumnya sudah meminta pengguna menandai konten AI, label biasa sering bisa dihilangkan saat konten diunduh atau diunggah ulang di platform lain. Invisible watermark ini memberikan lapisan identifikasi yang lebih stabil dan sulit dihapus. Yahoo Tech
Manfaat Fitur Ini untuk Pengguna
Fitur kontrol konten AI ini punya implikasi lebih dari sekadar preferensi tontonan. Berikut beberapa keuntungan utamanya:
🎯 1. Pengalaman Menonton yang Lebih Personal
Pengguna yang tidak suka konten AI berlebihan bisa mengatur feed mereka agar fokus pada konten asli yang dibuat pengguna manusia.
Sebaliknya, mereka yang penasaran atau menyukai konten generatif juga bisa meningkatkan paparan konten AI sesuai selera mereka. TechCrunch
📊 2. Mengurangi Kebingungan atau Misinformasi
Dengan kontrol yang lebih canggih, pengguna bisa lebih mudah memisahkan konten AI dari konten nyata — yang membantu mengurangi risiko penyebaran misinformasi atau entitas palsu. MacRumors
🧠 3. Edukasi Literasi AI
TikTok juga mengumumkan pendirian AI Literacy Fund senilai $2 juta yang akan mendukung organisasi dan ahli (mis. Girls Who Code) untuk membuat konten edukatif seputar AI, keselamatan digital, dan literasi teknologi. Yahoo Tech
Dampak Fitur Ini untuk Kreator & Marketer
Fitur baru ini bukan cuma membawa manfaat untuk konsumen akhir, tetapi juga punya implikasi penting buat kreator konten dan brand.
📈 1. Kreator Bisa Sesuaikan Strategi
Kreator yang banyak memanfaatkan AI dalam video mereka kini punya insight baru:
📌 apakah penonton lebih suka konten AI-heavy
atau
📌 ingin campuran konten buatan manusia + AI.
Ini membantu optimasi strategi konten dan penempatan konten supaya engagement lebih tinggi.
💡 2. Brand Bisa Lebih Hati-Hati dengan AI Ads
Brand besar yang mulai bereksperimen dengan konten AI dalam kampanye digital harus menyadari bahwa sebagian audiens mungkin membatasi paparan terhadap konten seperti itu, jadi strategi mereka perlu lebih punya opsi variasi.
Untuk pemilik brand yang ingin mengembangkan konten AI dengan strategi storytelling yang kuat, kamu bisa cek bagaimana AI content creation tools berkolaborasi dengan brand strategy di artikel lain kami seperti 10 Tools AI Content Creation Terbaik untuk UMKM & Startup.
Membandingkan Pendekatan TikTok dengan Platform Lain
Sebanding dengan langkah ini, platform lain juga berevolusi untuk menghadapi AI content explosion:
-
Meta meluncurkan Vibes sebagai feed AI-centric. Digital Music News
-
OpenAI merilis Sora, sebuah platform video yang sepenuhnya dihasilkan AI. thisweekinai.news
Perbedaan utama TikTok adalah fokusnya pada kontrol personalisasi pengguna, bukan sekadar menampilkan AI feed atau menonjolkan konten AI sebagai absensi utama.
Risiko dan Kontroversi Seputar Konten AI
Meskipun fitur ini memberi kontrol, beberapa isu masih perlu diwaspadai:
⚠️ 1. Sistematika Label yang Tidak Sempurna
Invisible watermark hanya terbaca di dalam TikTok — ketika konten dipindahkan ke platform lain, label bisa hilang, dan konten AI bisa menyebar tanpa identifikasi. Yahoo Tech
⚠️ 2. Adanya Konten Berbahaya yang Disalahgunakan
Laporan terbaru menunjukkan ratusan akun AI menghasilkan konten kontroversial, termasuk yang mengandung narasi anti-immigrant atau konten provokatif, yang tetap viral meskipun berlabel singkat. The Guardian
⚠️ 3. Ketidakkonsistenan Penandaan
Konten AI yang diunggah ulang dari platform lain sering tidak menerima label yang akurat, sehingga pengguna bisa tetap melihatnya meskipun mereka telah mengurangi preferensi AI. Yahoo Tech
Bagaimana Cara Mengaktifkan dan Mengatur Slider Konten AI di TikTok
-
Buka TikTok app di handphone kamu.
-
Masuk ke Profile > Settings & privacy.
-
Pilih Content preferences.
-
Masuk ke Manage Topics.
-
Temukan opsi AI-Generated Content.
-
Geser slider ke kiri untuk see less atau ke kanan untuk see more. MacRumors
Tips Buat Kreator dan Bisnis
✨ Kalau kamu ingin tetap memanfaatkan AI dalam konten tanpa membuat audiens terganggu:
-
Campur konten AI dengan konten asli.
-
Tambahkan human touch — misalnya caption personal, komentar nyata dari pengguna, atau video behind-the-scene.
-
Gunakan label yang sesuai agar audiens tetap tahu konten itu AI-assisted.
Ingin panduan lebih lanjut soal cara gabungkan AI creation tools dengan strategi branding? Cek artikel kami lainnya yang membahas hal tersebut secara lengkap di junapix.com.
Kesimpulan
TikTok kini memberi pengguna kekuatan untuk memilih seberapa banyak AI-generated content yang mereka lihat, lewat fitur kontrol baru di Manage Topics. Langkah ini bukan hanya soal personalisasi feed, tapi juga bagian dari ekosistem digital yang makin memperhatikan kenyamanan pengguna sekaligus risiko AI.
Meskipun kontrol ini tidak menghilangkan AI secara total, ia memberi pengguna pilihan dan membantu mereka menyesuaikan pengalaman digital mereka sesuai preferensi masing-masing.
👉 Mau tahu bagaimana strategi konten AI bisa dipadukan dengan brand kamu secara efektif? Chat langsung di WhatsApp
